Amarah kadang tak bisa terbendung saat suasana dikantor sedang kacau. Terlalu banyak meeting, tekanan
dari atasan hingga banyaknya tugas yang dibebankan kepadamu menjadi
beberapa pemicu. Banyak karyawan yang tidak bisa mengontrol emosinya.
Sampai-sampai semua orang yang bahkan tidak bersalah pun ikut 'kesemprot'. Bukan
hanya menimbulkan kekesalan pada orang lain, tapi reputasimu sebagai
orang yang tukang marah pun akan cepat menyebar ke seluruh penjuru
kantor. Selian itu, hal ini pastinya akan memengaruhi kinerjamu di
kantor.
Demi profesionalitas, beberapa orang menyembunyikan amarah nya.
Mereka berusaha untuk bersikap profesional dan memasang topeng. Tapi
topeng tak selamanya membantu. Karena amarah yang terpendam juga masih
memengaruhi kenerja dan hubungan yang terjalin antar rekan kerja dan
atasan. Untuk itu, penulis buku Barking Up the Wrong Tree, Eric Barker, membagikan tiga tips bagaimana caranya mengatasi sifat pemarah dalam dirimu.
Jangan terlalu menahan diri. Banyak orang yang menahan diri dan berusaha untuk terlihat biasa saja, meskipun dalam hati kamu gondok dan
sangat kesal. Tapi sayangnya, amarah mirip dengan tangis, yang semakin
ditahan justru akan menimbulkan efek negatif lain. Semakin kamu melawan,
semakin jadi amarahmu. Terlalu sering menahan diri menurut kesehatan
pun tidak baik. Karena tekanan darahmu akan meningkat. Meskipun begitu,
sering melepaskan emosi juga bukan menjadi solusi. Karenanya, kamu harus
pintar-pintar mengatur emosi. Kapan saatnya kamu boleh marah, kapan
saatnya kamu tidak perlu berteriak dan menaikkan nada suaramu.
Jangan curhat. Banyak orang yang curhat ketika
kesal. Tapi ternyata hal ini justru seperti menyiram api dengan minyak
tanah. Sering kali temanmu justru membuat amarahmu semakin meningkat,
alias ngomporin. Sebaiknya kamu tidak usah curhat kepada
teman. Tapi cobalah untuk menenangkan diri dan berbicara langsung
kepada orang yang bersangkutan. Selesaikanlah masalah hingga tuntas.
Berpikir positif. Cara lain yang juga tepat adalah
berpikir positif dan introspeksi diri. Jangan langsung marah dan
menyalahkan orang lain. Cobalah untuk memposisikan dirimu sebagai orang
lain. Selain itu, siapa yang tahu kalau penyebab amarahmu justru karena
kesalahanmu sendiri? Makanya jangan langsung marah. Pastikan dulu duduk
perkaranya dan selesaikan dengan cara baik-baik.
Nah, ketiga cara di atas bisa membantumu mengurangi amarah di
kantor. Paling tidak, intensitasnya berkurang. Memang semuanya butuh
proses dan kamu tidak bisa menjadi orang yang tidak pemarah dalam waktu
singkat. Latihlah dirimu agar bisa mengontrol emosi. Apa lagi di tempat
kerja. Agar kamu tidak dicap sebagai orang yang mudah marah oleh rekan
kerja sekantor.
0 komentar:
Posting Komentar